Banyak calon jamaah yang ingin menunaikan ibadah umroh reguler sering kali menghadapi berbagai kendala saat melakukan pendaftaran. Mereka kesulitan memilih agen travel yang terpercaya, kurang memahami dokumen yang diperlukan, dan bingung dengan biaya serta prosedur pembayaran.
Tidak sedikit yang menjadi korban penipuan karena minimnya informasi. Oleh karena itu, memahami prosedur pendaftaran umroh reguler sangat penting agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan sesuai harapan.
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Umroh Reguler
Sebelum membahas lebih jauh tentang cara mendaftar, calon jamaah harus memenuhi beberapa syarat berikut:
- Memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan
- Mendapatkan buku vaksin meningitis
- Menyediakan bukti pembayaran biaya daftar haji atau umroh
- Menyiapkan foto terbaru dengan latar belakang putih
- Memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP yang masih berlaku
Prosedur Pendaftaran Umroh Reguler
Proses pendaftaran umroh reguler bisa berjalan lancar jika mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Memilih Travel Umroh yang Resmi
Calon jamaah harus memilih agen perjalanan yang telah terdaftar di Kementerian Agama. Langkah ini mencegah risiko penipuan. Selain itu, jamaah perlu memastikan bahwa fasilitas umroh reguler yang ditawarkan sesuai dengan biaya daftar haji atau umroh yang telah ditetapkan.
2. Menyiapkan Dokumen Persyaratan
Jamaah perlu mengumpulkan dokumen penting seperti paspor, foto, dan bukti pembayaran. Semua data harus sesuai dengan KTP dan tidak boleh ada kesalahan dalam formulir pendaftaran.
3. Melakukan Pendaftaran dan Pembayaran
Setelah memilih agen, jamaah harus melakukan pembayaran sesuai paket umroh yang Anda pilih. Pembayaran bisa Anda lakukan melalui transfer bank, termasuk menggunakan layanan perbankan seperti syarat daftar haji lewat bank tertentu.
4. Mengikuti Manasik Umroh
Manasik umroh menjadi sesi pelatihan yang penting bagi jamaah. Agen perjalanan akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang tata cara ibadah umroh di Tanah Suci.
5. Menunggu Jadwal Keberangkatan
Setelah semua persyaratan terpenuhi, jamaah hanya perlu menunggu jadwal keberangkatan sesuai kuota yang tersedia. Berbeda dengan masa tunggu haji reguler yang bisa bertahun-tahun, umroh reguler memiliki jadwal yang lebih fleksibel.
Faktor yang Memengaruhinya Biaya Umroh Reguler
Beberapa faktor dapat mempengaruhi biaya umroh reguler, di antaranya:
Musim Keberangkatan
Umroh saat Ramadhan biasanya lebih mahal dari bulan lainnya karena tingginya permintaan.
Jenis Paket
Paket ekonomi lebih terjangkau daripada paket eksklusif yang menawarkan fasilitas premium.
Layanan Tambahan
Biaya bertambah jika jamaah memilih layanan ekstra seperti upgrade hotel, penerbangan kelas bisnis, atau layanan pendampingan khusus.
Mata Uang dan Inflasi
Fluktuasi nilai tukar mata uang asing, terutama Riyal Arab Saudi terhadap Rupiah, bisa berdampak langsung pada biaya umroh.
Kebijakan Pemerintah Arab Saudi
Pajak dan biaya layanan tambahan yang otoritas Arab Saudi terapkan juga mempengaruhi harga paket umroh.
Kisaran Biaya Paket Umroh Reguler Terbaru
Jamaah perlu memahami kisaran biaya paket umroh reguler agar bisa memilih sesuai anggaran dan kebutuhan. Berikut beberapa kisaran harga berdasarkan fasilitas yang disediakan:
1. Paket Ekonomi (Rp25 juta – Rp30 juta)
- Menggunakan maskapai penerbangan dengan transit
- Hotel berbintang tiga dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram
- Fasilitas transportasi umum selama di Mekkah dan Madinah
2. Paket Standar (Rp30 juta – Rp40 juta)
- Menggunakan maskapai penerbangan langsung
- Hotel berbintang empat dengan lokasi lebih dekat ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- Transportasi lebih nyaman dengan bus eksklusif
3. Paket VIP atau Eksekutif (Rp50 juta ke atas)
- Menggunakan maskapai premium dengan layanan bisnis
- Hotel berbintang lima yang berlokasi sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- Fasilitas tambahan seperti catering makanan khas Indonesia dan layanan pendamping pribadi
Mengetahui kisaran biaya ini membantu calon jamaah menyesuaikan pilihan sesuai dengan kemampuan finansial dan kenyamanan yang Anda inginkan.
Perbedaan Umroh Reguler dan Haji Reguler
Berikut adalah perbedaan antara umroh regular dan haji regular.
1. Masa Tunggu Keberangkatan
Umroh reguler tidak memiliki masa tunggu karena jamaah bisa langsung berangkat setelah menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran. Sebaliknya, masa tunggu haji reguler bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun karena adanya kuota keberangkatan yang terbatas.
2. Biaya yang Dikeluarkan
Biaya umroh reguler lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya haji reguler. Hal ini disebabkan oleh durasi perjalanan yang lebih singkat dan tidak adanya kewajiban membayar dana talangan atau dana setoran awal seperti pada pendaftaran haji.
3. Durasi Perjalanan
Umroh reguler biasanya berlangsung sekitar 9 hingga 12 hari, tergantung paket yang Anda pilih. Sementara itu, haji reguler berlangsung sekitar 40 hari karena mencakup serangkaian ibadah wajib yang harus dilaksanakan di Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Prosedur Pendaftaran Haji Reguler bagi yang Sudah Umroh
Jamaah yang telah menjalankan umroh dan ingin mendaftar haji bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Mendaftar Melalui Sistem Online
Jamaah bisa melakukan daftar haji reguler online melalui aplikasi atau website resmi Kementerian Agama. Sistem ini memudahkan pendaftaran tanpa harus datang langsung ke kantor Kemenag. Pastikan koneksi internet stabil dan perangkat mendukung untuk mengakses layanan ini.
2. Mengisi Data dan Memilih Bank Penerima Setoran
Saat pendaftaran, jamaah harus mengisi data diri secara lengkap dan memilih bank penerima setoran awal. Salah satu bank yang sering digunakan adalah BSI, sesuai dengan syarat daftar haji BSI. Pastikan data yang masuk sesuai dokumen asli agar tidak ada kendala saat verifikasi.
3. Menyetorkan Biaya Pendaftaran
Setelah pendaftaran online selesai, jamaah harus menyetorkan biaya daftar haji ke bank yang dipilih. Bank akan mengeluarkan bukti setoran dan nomor validasi yang harus disimpan dengan baik karena menjadi bukti resmi pendaftaran.
4. Mendapatkan Nomor Porsi Haji
Nomor porsi haji menjadi tanda bahwa jamaah telah masuk dalam antrean keberangkatan. Semakin cepat mendaftar dan membayar setoran awal, semakin cepat mendapatkan nomor porsi. Masa tunggu haji reguler bisa bertahun-tahun, sehingga semakin awal mendaftar, semakin cepat berangkat.
Menjalankan ibadah umroh reguler menjadi pilihan lebih fleksibel dibandingkan haji reguler, baik dari segi biaya maupun masa tunggu. Dengan mengikuti prosedur pendaftaran umroh reguler secara tepat, perjalanan ibadah akan lebih nyaman dan sesuai dengan syariat.
Jika jamaah juga berniat menunaikan ibadah haji setelah umroh, memahami alur pendaftaran haji reguler sangat penting agar persiapan lebih matang.
Percayakan Perjalanan Anda Pada Layanan Travel yang Tepat
Untuk memastikan perjalanan ibadah yang nyaman dan aman, percayakan perjalanan Anda kepada Dwins Travel. Sebagai travel terakreditasi A Kemenag, Dwins Travel menawarkan layanan terbaik dengan harga transparan, fasilitas nyaman, dan bimbingan ibadah yang profesional.
FAQ
Langkah-langkah pendaftaran haji reguler?
Jamaah harus mendaftar melalui sistem online di Kementerian Agama, memilih bank penerima setoran, membayar biaya pendaftaran, dan mendapatkan nomor porsi haji.
Berapa biaya mendaftar haji reguler?
Biaya pendaftaran haji reguler bervariasi setiap tahun, namun setoran awal yang harus jamaah bayarkan biasanya sekitar Rp25 juta hingga Rp35 juta.
Berapa lama daftar tunggu haji reguler?
Masa tunggu haji reguler berbeda di setiap daerah, berkisar antara 10 hingga 30 tahun tergantung kuota dan jumlah pendaftar di wilayah tersebut.
Berapa ONH reguler tahun 2025?
Besaran Ongkos Naik Haji (ONH) reguler tahun 2025 akan pemerintah umumkan. Sebagai gambaran, tahun sebelumnya ONH berkisar Rp50 juta hingga Rp60 juta.
Daftar haji reguler minimal usia berapa?
Pendaftaran haji reguler bisa Anda lakukan sejak usia 12 tahun, tetapi keberangkatan akan mengikuti masa tunggu yang berlaku.
Berapa banyak uang yang harus dibawa saat haji?
Jamaah sebaiknya membawa uang secukupnya untuk kebutuhan pribadi, sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta dalam bentuk Riyal Arab Saudi untuk kemudahan transaksi.